Deji Cultural Complex: Membentuk Ulang Pengalaman Belanja Melalui Seni dan Budaya

Masato Kure dan Masashi Ota Menghadirkan Konsep Baru dalam Desain Interior dengan Menggabungkan Fasilitas Komersial dan Seni Budaya

Deji Cultural Complex, sebuah proyek desain interior yang menggabungkan fasilitas komersial dan seni budaya, menawarkan pengalaman belanja baru yang lebih dari sekadar transaksi jual beli.

Proyek ini merupakan respons terhadap perubahan gaya hidup yang terjadi selama pandemi, di mana banyak orang lebih memilih berbelanja secara online ketimbang di toko fisik. Masato Kure dan Masashi Ota, desainer di balik proyek ini, percaya bahwa apa yang membuat orang puas bukanlah sekadar membeli produk, melainkan pengalaman sebelum dan sesudahnya. Oleh karena itu, mereka merancang Deji Cultural Complex bukan hanya sebagai tempat yang indah, tetapi juga sebagai ruang di mana orang dapat menikmati waktu berkualitas.

Deji Cultural Complex merupakan tempat hiburan baru yang menawarkan gabungan kompleks seni budaya dan fasilitas komersial di lantai atasnya yang luas, mencapai 7300m2. Tempat ini memiliki suasana yang canggih namun ramah, dengan tidak adanya dinding antara setiap area. Penghapusan dinding secara keseluruhan membebaskan ruang dari batasan antara dalam dan luar, memberikan pelanggan sedikit pratinjau sebelum memasuki ruang tersebut. Seluruh desain mencerminkan budaya, orang, dan kota Nanjing. Oleh karena itu, mengunjungi kompleks ini dengan mudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka.

Inovasi desain utama dari proyek ini adalah penghapusan total dinding antara ruang-ruang. Dua ide utama telah digunakan untuk menghilangkan batasan tersebut. Pertama adalah air. Mereka memasang bak air besar di pintu masuk sebagai pengganti dinding. Kedua adalah batang. Alih-alih memiliki dinding padat, banyak batang putih digantung dari langit-langit.

Deji Cultural Complex memiliki enam fasilitas luas termasuk museum seni, museum, toko buku, toko, dan kafe di lantai atasnya yang mencapai 7300m2. Dengan menggabungkan fasilitas seni budaya dan komersial, ini meningkatkan nilai merek mal. Ini memberikan kesempatan kepada orang untuk mengalami seni dan budaya meskipun mereka hanya datang untuk berbelanja, dan sebaliknya. Desain mereka membuat mal mewah terasa kurang eksklusif dan lebih nyaman bagi semua orang untuk mampir dan menikmati.

Proyek ini dimulai pada Januari 2021 di Nanjing, China. Periode konstruksi adalah 5 bulan dan selesai pada Februari 2022. Deji Cultural Complex telah meraih Platinum A' Interior Space, Retail and Exhibition Design Award pada 2023, penghargaan yang mengakui desain yang luar biasa, istimewa, dan sangat inovatif yang menunjukkan profesionalisme tak tertandingi, kejeniusan, dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Deji Cultural Complex adalah contoh bagaimana desain interior dapat berperan dalam membentuk ulang pengalaman belanja dan mengintegrasikan seni dan budaya ke dalam gaya hidup sehari-hari. Ini adalah bukti bahwa desain dapat menjadi alat yang kuat untuk merespons perubahan gaya hidup dan menciptakan pengalaman yang berarti dan berkesan bagi pengguna.


Detail dan Kredit Proyek

Desainer Proyek: Masato Kure
Kredit Gambar: Inter_mountain
Anggota Tim Proyek: Masato Kure Masashi Ota Yuki Kashiwakura
Nama Proyek: Deji Cultural Complex
Klien Proyek: Masato Kure


Deji Cultural Complex IMG #2
Deji Cultural Complex IMG #3
Deji Cultural Complex IMG #4
Deji Cultural Complex IMG #5
Deji Cultural Complex IMG #5

Baca Selanjutnya di Desain Cemerlang