Inspirasi utama dalam desain Kouunji Kyakuden berakar pada penelitian mendalam terhadap balai resepsi lama, lanskap, serta sejarah kawasan sekitarnya. Penemuan bahwa beberapa elemen struktural utama, seperti balok dan kolom dari material langka, masih dapat digunakan kembali setelah diperbaiki, menjadi titik tolak penting. Selain mempertimbangkan bentuk bangunan dalam lanskap, kehadiran arsitektur ini juga diposisikan sebagai bagian integral dari konteks sejarah setempat.
Keunikan Kouunji Kyakuden terletak pada upaya rekonstruksi yang tidak sekadar membangkitkan nostalgia, melainkan juga menegaskan eksistensi baru untuk masa depan. Dengan mengadopsi fungsi-fungsi modern, harmonisasi dengan fasilitas lain, serta mekanisme pelestarian memori masyarakat, arsitektur ini berhasil menjembatani masa lalu dan masa depan. Pendekatan ini memperkuat peran balai resepsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan bahkan sebagai tempat evakuasi darurat bagi komunitas lokal.
Teknologi realisasi proyek ini menuntut ketelitian tinggi, mulai dari penguatan tanah dan pondasi di atas lahan lunak, penggunaan teknik pertukangan kayu khusus untuk memanfaatkan kembali material lama, hingga pembuatan kisi-kisi cedar yang halus dan dapat digerakkan. Selain itu, penggunaan kembali cat alami tradisional “Kumezo” yang sempat terlupakan, menambah nilai autentik pada bangunan. Setiap detail diwujudkan melalui kolaborasi desain yang matang dan keahlian pengrajin lokal.
Dari segi spesifikasi, Kouunji Kyakuden merupakan bangunan kayu dua lantai dengan struktur rangka kayu, berdiri di atas lahan seluas 3.039 meter persegi, dan total luas lantai 323,77 meter persegi. Bentuk atap yang khas daerah serta penggunaan kayu cedar lokal menegaskan identitas arsitektur yang selaras dengan lingkungan dan sejarah setempat.
Penelitian yang mendasari proyek ini menyoroti pentingnya Kouunji sebagai pusat kehidupan masyarakat sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Melalui wawancara, studi sejarah, dan observasi perilaku biksu, teridentifikasi kebutuhan untuk tidak hanya memodernisasi fungsi balai resepsi, tetapi juga menciptakan sistem yang mampu mewariskan memori kolektif ke generasi berikutnya. Pilihan metode konstruksi rumah kayu umum, bukan teknik tradisional kuil, memungkinkan efisiensi waktu dan biaya, sekaligus memberi ruang untuk pelestarian material lama.
Kouunji Kyakuden, yang dianugerahi Bronze A' Design Award 2025, membuktikan bahwa inovasi arsitektur dapat berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai lokal. Proyek ini menjadi contoh inspiratif bagaimana desain dapat memperkuat identitas komunitas, memperbaiki kualitas hidup, dan menjaga kesinambungan warisan budaya di tengah tuntutan zaman.
Desainer Proyek: Hiroaki Iwasa
Kredit Gambar: Photographer Kozo Takayama
Anggota Tim Proyek: Hiroaki Iwasa
Nama Proyek: Kouunji Kyakuden
Klien Proyek: Hiroaki Iwasa Architects Workshop