Rumah kerap menjadi saksi bisu perjalanan waktu, menyimpan jejak kenangan dan dinamika keluarga selama puluhan tahun. Di Taoyuan, Taiwan, proyek Unfinished Journey menampilkan bagaimana hunian berusia lebih dari 60 tahun dapat dihidupkan kembali tanpa menghilangkan karakter aslinya. Vivian Chiu dan Ke Ye Wu, dua desainer di balik proyek ini, terinspirasi dari keinginan untuk mempertahankan memori serta keunikan rumah, membiarkan setiap bata dan permukaan terbuka berbicara tentang perjalanan waktu dan kehidupan.
Keunikan desain ini terletak pada integrasi sistem penguatan struktur sebagai bahasa estetika. Sistem baja terbuka tidak hanya memperkuat kerangka lama, tetapi juga menjadi penanda visual yang mencolok. Tata letak fleksibel, furnitur adaptif, serta perlakuan material yang “bernapas” menghasilkan ruang hidup yang mampu beradaptasi seiring waktu. Pendekatan ini menawarkan keseimbangan antara fungsi tahan lama dan keindahan industrial yang jarang ditemukan pada hunian residensial konvensional.
Proses realisasi desain dilakukan dengan pendekatan subtraktif, mengutamakan pelestarian dan peningkatan struktur. Bata merah asli dilapisi dengan pelapis khusus yang menjaga tekstur sekaligus mengurangi debu. Elemen baja terbuka dibuat secara kustom untuk memperkuat dan menjaga kesinambungan visual. Penggunaan rangka baja ringan membantu mengurangi beban pada struktur lama sekaligus menciptakan kesan ruang yang terbuka. Setiap tahap pengerjaan mengedepankan kejujuran material, prinsip adaptive reuse, dan keterampilan pengerjaan di lokasi.
Secara teknis, bangunan terdiri dari dua lantai dan satu basement, masing-masing lantai seluas 105 meter persegi. Lantai pertama didesain terbuka untuk ruang tamu, ruang makan, dapur, dan kamar mandi. Lantai kedua memuat kamar tidur, kamar mandi, serta zona kerja dan ruang bersama. Cahaya matahari bebas masuk melalui bukaan besar, menciptakan bayangan dinamis di dinding bata, sementara aroma material lawas menambah nuansa nostalgia. Pintu geser model barn door, permukaan baja dan kayu, serta lantai beton memperkuat koneksi taktil dengan masa lalu.
Riset mendalam terhadap perilaku material dan adaptasi struktur pada bangunan tua menjadi dasar pendekatan desain ini. Kolaborasi dengan insinyur, kontraktor, dan pengrajin lokal menghasilkan data yang membuktikan bahwa sistem baja terbuka dan pelapis “bernapas” mampu menyeimbangkan aspek estetika dan fungsi. Tantangan terbesar adalah menjaga nilai emosional rumah sembari memastikan keamanan struktur, terutama menghadapi kerusakan akibat kelembapan dan keterbatasan data konstruksi asli. Proses ini menuntut inovasi dan pengujian di lapangan secara berkelanjutan.
Unfinished Journey telah memperoleh penghargaan Iron A' Design Award 2025 untuk kategori Interior Space, Retail and Exhibition Design, menegaskan pencapaiannya dalam mengintegrasikan praktik terbaik industri, inovasi, dan karakter teknis yang mumpuni. Proyek ini menjadi model inspiratif bagi renovasi berkelanjutan, membuktikan bahwa hunian lama dapat dihidupkan kembali tanpa kehilangan jiwa dan sejarahnya, sekaligus menawarkan ruang hidup yang fleksibel dan relevan untuk masa kini dan mendatang.
Desainer Proyek: Vivian Chiu
Kredit Gambar: Image #1: MD Pursuit
Image #2: MD Pursuit
Image #3: MD Pursuit
Image #4: MD Pursuit
Image #5: MD Pursuit
Anggota Tim Proyek: Designer: Vivian Chiu
Designer: Ke Ye Wu
Nama Proyek: Unfinished Journey
Klien Proyek: Pure Interior Design Limited Company