Sejak penampilan legendaris David Tao pada tahun 2003, konser Soul Power telah menjadi ikon dalam dunia pertunjukan musik. Dua dekade kemudian, Soul Power II hadir bukan sekadar sebagai kelanjutan, melainkan sebagai manifestasi pencarian makna dan kekuatan diri di tengah dunia yang penuh tantangan. Mengambil inspirasi dari Menara Babel, panggung utama dirancang dengan turntable melingkar berdiameter delapan meter dan delapan pilar, simbol koneksi universal melalui cinta dan musik.
Keunikan Soul Power II terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan suasana langsung di setiap pertunjukan. Segmen acara yang fleksibel memungkinkan interaksi spontan antara David Tao dan band, menciptakan momen musikal yang tidak terduga dan penuh energi. Desain panggung dan visual yang dinamis mengajak penonton larut dalam atmosfer pertunjukan, memperkuat ikatan emosional antara artis dan audiens.
Teknologi menjadi tulang punggung realisasi desain ini. Panggung dilengkapi layar LED di depan dan belakang, memanfaatkan sudut turntable untuk menghasilkan efek 3D tanpa kacamata. Struktur pencahayaan Pixel Line membentuk siluet menara, didukung lampu ACME XP-20R dan strobe yang memperluas dimensi visual. Sistem hidrolik khusus dengan lift berbingkai ganda dan layar LED pada rangka yang terangkat menambah dramatisasi saat panggung bergerak.
Proses kreatif di balik Soul Power II menghadapi tantangan teknis signifikan, terutama terkait keterbatasan rigging di berbagai venue. Tim desain memilih membangun seluruh struktur dari bawah, menggunakan Layher tidak beraturan untuk menopang layar LED dan lampu, tanpa mengorbankan estetika maupun keamanan. Penambahan mesin asap dan bola cermin di dalam menara menghasilkan efek visual yang semakin memukau, mempertegas kehadiran menara sebagai pusat perhatian.
Selain aspek teknis, Soul Power II juga menonjolkan kekuatan narasi dan interaksi. Lagu-lagu klasik seperti "Runaway" dan "Blue Moon" dipadukan dengan elemen visual penuh permainan kata, seperti pada lagu "Small Town Girl" yang menampilkan pun antara "Big Manager" dan "Big Koi". Pendekatan ini tidak hanya membangkitkan nostalgia, tetapi juga memperkuat resonansi emosional lintas generasi.
Pengakuan internasional atas inovasi ini dibuktikan dengan diraihnya Golden A' Design Award 2025 untuk kategori Performing Arts, Stage, Style and Scenery Design. Soul Power II menegaskan bahwa perpaduan seni, teknologi, dan pemahaman mendalam terhadap jiwa kreator mampu menciptakan pengalaman konser yang tak terlupakan dan relevan bagi era modern.
Desainer Proyek: B'IN LIVE CO., LTD.
Kredit Gambar: Image copyright : Great Entertainment, 2024
Anggota Tim Proyek: Creative Direction: B'in Live
Producer: Tsung-Chun Yang
Executive Producer: Crystal Chuang
Executive Director: Ruru Yang
Executive Assistant: Yuyu Guo / Chan-Jung Liao / Yi-Hsin Chen
Technical Director: Guo-hao Zhou
Visual Content Design: Raqoon Studio / Sanyin Visual Art Lab / Yingyu Production / Redpill / Brat Wu / Yun-Tsan Lin / Faustine Huang / Guo Wei Qiu / Charlie Lin
VJ Operator: Yu-Hsiang Cheng / Gy Sean / Brat Wu / Fangchun Wang / Jason Ling
Lighting Design: (ANH Design) SHEN Hwua-Hwua / Ssuchi Chen / Gamehome Sun
Lighting Assistant: (ANH Design) Hong-Lin Lu / Daniel Chen
Stage Design: (R.W STUDIO) Roni Wu
Multi Camera Director: Guangtoe Wu / Gong Zhang
Multi Camera Assistant Director: MengYun Hu / ChingFan Chang
Nama Proyek: David Tao Soul Power II
Klien Proyek: B'IN LIVE