Ferrying: Bookstore Inovatif yang Menyatukan Tradisi dan Modernitas

Ruang Literasi Multifungsi dengan Sentuhan Estetika Lokal Nansha

Ferrying, karya Xixi Quan dan Kau Chan, menghadirkan konsep toko buku komposit yang menggabungkan kekayaan budaya lokal Nansha dengan inovasi arsitektur kontemporer, menciptakan ruang literasi yang menjadi pusat kebersamaan dan inspirasi bagi masyarakat.

Terletak di Huangge Town, Zona Pengembangan Ekonomi Nansha, Guangzhou, Ferrying dirancang sebagai “ruang tamu literasi” yang menawarkan rasa memiliki bagi warga setempat, terutama anak-anak. Inspirasi desainnya berasal dari sejarah desa tradisional Nansha yang terletak di sistem Sungai Mutiara, di mana perahu menjadi alat transportasi utama dan warisan budaya seperti tarian Qilin masih lestari hingga kini. Konsep ini diwujudkan dalam tata ruang yang menyerupai blok kota air tradisional, menghubungkan berbagai zona melalui elemen-elemen seperti jembatan kecil, rumah desa, paviliun oktagonal, hingga replika makhluk mitos Qilin.

Keunikan Ferrying terletak pada perpaduan harmonis antara elemen tradisional dan teknologi modern. Desain ruang mengintegrasikan sungai imajiner yang menghubungkan area buku, produk, dan salon, serta menghadirkan pengalaman interaktif melalui AR (augmented reality) dan zona kereta bawah tanah mini yang dirancang secara parametrik. Pengunjung dapat menemukan paviliun bergaya Tiongkok, perahu kayu hasil kerajinan lokal, serta struktur baja yang membentuk koridor buku bergaya benteng putih, semuanya dirancang dengan prefabrikasi untuk efisiensi biaya dan waktu.

Dengan luas 1.500 meter persegi dan dua lantai, Ferrying menawarkan berbagai fungsi: membaca, belajar, bekerja, menikmati teh dan kopi, serta mengikuti lokakarya seni dan budaya. Area anak-anak didesain menyerupai stasiun kereta bawah tanah dengan struktur baja bergelombang yang memungkinkan anak-anak bermain, menjelajah, dan berinteraksi secara kreatif. Sementara itu, orang tua dapat bersantai atau bekerja di ruang yang sama, menikmati suasana estetis yang elegan.

Proses desain Ferrying didukung oleh riset mendalam terhadap kebutuhan masyarakat Nansha. Survei lapangan dan analisis data kualitatif menunjukkan tingginya minat warga untuk melestarikan budaya lokal, kebutuhan akan ruang multifungsi yang ramah keluarga, serta keinginan memiliki tempat berkumpul yang artistik dan nyaman. Koleksi buku Ferrying pun dipilih dengan cermat, mencakup sastra, sains populer, psikologi, seni, hingga literatur anak dan remaja, serta produk-produk kerajinan tangan dan merek-merek unik yang tidak mudah ditemukan di pasaran.

Tantangan utama dalam pembangunan Ferrying adalah menciptakan paviliun oktagonal yang tetap terasa kontemporer tanpa menghilangkan nuansa tradisionalnya. Proses konstruksi dilakukan secara kolaboratif di lokasi untuk menekan biaya dan memastikan kualitas. Selain itu, struktur parametrik di area anak-anak dirancang dengan presisi tinggi agar aman dan nyaman untuk berbagai rentang usia, mengakomodasi gerak aktif anak-anak tanpa risiko terjebak atau cedera.

Ferrying telah meraih Silver A' Design Award 2025 untuk kategori Interior Space, Retail and Exhibition Design, sebagai pengakuan atas keunggulan teknis dan artistik yang dihadirkan. Ruang ini kini menjadi ikon baru bagi komunitas Nansha—sebuah oasis pengetahuan, estetika, dan interaksi sosial yang memadukan warisan budaya dengan inovasi masa kini, menginspirasi masyarakat untuk terus belajar, berkarya, dan merayakan kebersamaan.


Detail dan Kredit Proyek

Desainer Proyek: Xixi Quan, Kau Chan and Junming Chen
Kredit Gambar: Xixi Quan, Kau Chan and Junming Chen
Anggota Tim Proyek: Xixi Quan, Kau Chan and Junming Chen
Nama Proyek: Ferrying
Klien Proyek: MUST Design Digital Construction Laboratory


Ferrying IMG #2
Ferrying IMG #3
Ferrying IMG #4
Ferrying IMG #5
Ferrying IMG #5

Baca Selanjutnya di Desain Cemerlang