“Cheers To Macau” menonjolkan keunikan dengan mengubah kaleng bir aluminium menjadi bentuk porcelain yang tampak remuk, menciptakan metafora visual tentang perpaduan budaya dan kesadaran lingkungan modern. Proses ini tidak hanya menyoroti sejarah panjang Makau sebagai titik temu budaya Timur dan Barat, tetapi juga menegaskan pentingnya inovasi dalam pelestarian warisan budaya. Motif-motif seperti reruntuhan St. Paul, pola ubin Portugis, aksen emas dinamis, serta kaligrafi Tiongkok bergaya ekspresif memperkaya narasi visual karya ini.
Karya ini memanfaatkan teknologi pembuatan porcelain tiga dimensi untuk menghasilkan instalasi yang fleksibel dalam penataan. Ukurannya yang variatif memungkinkan karya dipajang sebagai instalasi dinding atau dibingkai dalam kotak akrilik, memperluas kemungkinan interaksi dengan penonton. Pilihan material dan teknik ini menegaskan komitmen terhadap inovasi sekaligus penghormatan pada tradisi kerajinan Tiongkok, khususnya porcelain Jingdezhen yang legendaris.
Penelitian mendalam menjadi fondasi desain, dengan penggabungan elemen-elemen seperti bunga lotus—simbol kota Makau—kutipan puisi klasik Tiongkok, serta teks bilingual yang merefleksikan sejarah dan aspirasi intelektual masa lalu. Kaligrafi liar yang menghiasi permukaan porcelain terinspirasi dari ekspresionisme abstrak Barat, menciptakan dialog visual antara Timur dan Barat yang dinamis dan kontemporer.
Tantangan utama dalam proyek ini terletak pada transformasi medium: dari benda sehari-hari yang bersifat massal dan utilitarian menjadi karya seni bernilai tinggi yang sarat makna. Dengan mengangkat kaleng bir—ikon budaya populer—ke dalam ranah seni rupa, “Cheers To Macau” berhasil mempromosikan identitas Makau Beer sekaligus mengajak publik untuk merefleksikan perjalanan sejarah dan nilai-nilai lingkungan.
Sejak dipamerkan di Macao Contemporary Art Center dan meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk RedDot Award: Best of the Best di Berlin dan Bronze A' Design Award 2025, karya ini telah mendapat pengakuan luas atas inovasi dan kontribusinya dalam dunia seni dan desain. “Cheers To Macau” tidak hanya memperkaya lanskap seni kontemporer Makau, tetapi juga menginspirasi dialog global tentang pentingnya pelestarian budaya melalui inovasi kreatif.
Desainer Proyek: Lampo Leong
Kredit Gambar: Image #1: Lampo Leong, 2024
Image #2: Lampo Leong, 2024
Image #3: Lampo Leong, 2024
Image #4: Lampo Leong, 2024
Image #5: Lampo Leong, 2024
Anggota Tim Proyek: Lampo Leong
Chao Yang
Nama Proyek: Cheers To Macau
Klien Proyek: Unversity of Macau Centre for Arts and Design