The Sequence in Grating: Puisi Cahaya dalam Hunian Modern

Che Yung Kung Menghadirkan Interaksi Cahaya dan Material yang Memikat

Proyek hunian karya Che Yung Kung di New Taipei City, Taiwan, menampilkan eksplorasi cahaya sebagai elemen utama desain, menciptakan ruang yang merekam jejak waktu dan menghadirkan pengalaman visual yang artistik.

Cahaya telah lama menjadi inspirasi utama dalam dunia arsitektur dan desain interior. Dalam proyek “The Sequence in Grating”, Che Yung Kung mengangkat fenomena difraksi cahaya sebagai narasi utama, mengadopsi filosofi bahwa cahaya bukan sekadar penyorot, melainkan penyair yang menuturkan kisah di setiap sudut ruang. Dengan menggabungkan material transparan, kisi-kisi kayu, dan permainan bayangan, hunian seluas 107 meter persegi ini menjadi medium yang merekam perjalanan waktu melalui interaksi cahaya alami dan buatan.

Keunikan desain ini terletak pada upaya menemukan keteraturan di tengah ruang yang semula acak. Melalui pemisahan fasad virtual dan solid, serta pemanfaatan material dekoratif tembus cahaya, Che Yung Kung menciptakan tumpang tindih antara cahaya alami dan sumber cahaya buatan. Efek visual yang dihasilkan berubah seiring waktu, menjadikan ruang sebagai “pencatat” jejak waktu. Skema warna tone on tone yang konsisten, dipadukan dengan koleksi pribadi pemilik rumah dan tata cahaya yang terencana, memperkuat nuansa artistik di setiap ruangan.

Teknologi realisasi desain ini melibatkan sejumlah inovasi, seperti pembagian fasad veneer kayu yang tidak beraturan, pintu kabinet dengan kisi-kisi kayu, serta pemasangan light bar aluminium ekstrusi di dalam kabinet untuk menciptakan efek bayangan dinamis. Lampu gantung berbentuk kaca berurutan di area makan dan tirai sutra Hunter Douglas Luminette® di ruang tamu menambah dimensi visual yang harmonis. Penghilangan satu ruangan untuk memperluas ruang tamu tidak hanya meningkatkan sirkulasi cahaya, tetapi juga mempererat interaksi keluarga di area utama hunian.

Inspirasi desain ini berakar dari sejarah arsitektur, mulai dari Pantheon di Roma yang memanfaatkan cahaya sebagai penghubung antara luar dan dalam, hingga karya Tadao Ando yang mengangkat cahaya dan bayangan ke tingkat spiritual. Dengan membiarkan cahaya menembus kisi-kisi dari berbagai material, Che Yung Kung menciptakan hubungan dinamis antara terang dan gelap, sekaligus merekam lintasan waktu dalam ruang domestik.

Tantangan utama dalam proyek ini adalah memenuhi harapan pemilik akan eksklusivitas dan keunikan. Setiap detail, seperti kisi-kisi kabinet dari bilah kayu 10mm x 10mm yang dilapisi veneer kayu pewarna air, dikerjakan layaknya kerajinan tangan untuk menonjolkan kemewahan dan nilai fungsional. Material seperti batu dan logam dipilih karena daya tahan dan karakter abadi, melengkapi estetika kayu alami yang hangat.

“The Sequence in Grating” telah meraih penghargaan Bronze A' Interior Space, Retail and Exhibition Design Award 2025, sebuah pengakuan atas kreativitas, keahlian teknis, dan kontribusinya terhadap kualitas hidup. Proyek ini membuktikan bahwa desain hunian dapat menjadi kanvas bagi cahaya untuk menulis puisi visual, memperkaya pengalaman sehari-hari dan mempererat hubungan antar penghuni melalui ruang yang penuh makna.


Detail dan Kredit Proyek

Desainer Proyek: Che Yung Kung
Kredit Gambar: Che Yung Kung
Anggota Tim Proyek: Che Yung Kung
Nama Proyek: The Sequence in Grating
Klien Proyek: 03 Dimensions Design Ltd.


The Sequence in Grating IMG #2
The Sequence in Grating IMG #3
The Sequence in Grating IMG #4
The Sequence in Grating IMG #5
The Sequence in Grating IMG #5

Baca Selanjutnya di Desain Cemerlang