Joy To Go menghadirkan konsep unik melalui karakter IP bernama Joy yang menjadi pusat desain kemasan. Setiap elemen kemasan—mulai dari kotak burger, wadah kentang goreng, hingga cangkir minuman—dihiasi ilustrasi datar penuh warna yang menampilkan Joy berinteraksi dengan makanan. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat identitas merek, tetapi juga membangun suasana ceria yang langsung terasa sejak kemasan diterima konsumen.
Keunikan Joy To Go terletak pada fungsionalitas ganda kemasannya. Ilustrasi karakter Joy dapat dilepas dan digunakan sebagai pembatas buku, memperpanjang umur kemasan sekaligus mengajak konsumen untuk lebih peduli lingkungan. Warna-warna cerah dan desain yang playful berhasil menarik perhatian dan memberikan dampak visual yang kuat, sesuai dengan tujuan desain untuk meninggalkan kesan positif dan kebahagiaan yang bertahan lama.
Dalam proses realisasinya, Joy To Go menggunakan material kertas dan pulp ramah lingkungan yang mudah didaur ulang. Struktur kemasan dirancang sederhana agar mengurangi penggunaan material dan memudahkan proses transportasi. Tinta yang digunakan pun bersifat non-toksik, rendah VOC, dan aman untuk makanan, memastikan keamanan konsumen sekaligus menjaga kualitas visual kemasan.
Interaksi antara pengguna dan kemasan menjadi salah satu kekuatan utama desain ini. Misalnya, karakter Joy dengan burger di atas kepala menghiasi kotak burger, dan saat tutup dibuka, lapisan bahan burger terlihat satu per satu. Pada cangkir minuman, sosok Joy tampak seperti sedang menyelam di bagian tutup, sementara pada wadah kentang goreng, karakter tomat dan kentang tampil seolah-olah sedang memberi salam. Detail-detail ini tidak hanya menambah nilai estetika, tetapi juga memperkenalkan mekanisme pembukaan kemasan yang intuitif dan menyenangkan.
Proses riset dan pengembangan Joy To Go melibatkan analisis mendalam terhadap tren kemasan makanan cepat saji, preferensi konsumen, serta aspek praktis, keamanan, dan keberlanjutan. Tantangan utama yang dihadapi adalah menyeimbangkan kreativitas dengan efisiensi biaya dan dampak lingkungan. Melalui pendekatan “less is more”, desain ini berhasil menyederhanakan struktur tanpa mengorbankan daya tarik visual maupun fungsi.
Joy To Go telah meraih penghargaan Iron A’ Design Award 2025, sebuah pengakuan atas inovasi, kualitas teknis, dan kontribusinya dalam menciptakan pengalaman konsumen yang lebih baik. Dengan menggabungkan elemen seni, desain, dan teknologi ramah lingkungan, Joy To Go membuktikan bahwa kemasan dapat menjadi medium untuk menyebarkan kebahagiaan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan.
Desainer Proyek: qingyu du
Kredit Gambar: Du Qingyu
Anggota Tim Proyek: Du Qingyu
Zhang Jun
Nama Proyek: Joy To Go
Klien Proyek: Joy Studio