Daydreamer: Permadani Emosional yang Menyatukan Tradisi dan Inovasi

Rug karya Eda Zamanpur dan Begum Karadag: Simfoni Teknik dan Makna

Daydreamer menghadirkan narasi visual yang memadukan kenangan, kehangatan, dan inovasi dalam satu karya permadani, menonjolkan keindahan teknik tenun tradisional Anatolia dengan sentuhan modern.

Permadani Daydreamer, hasil kolaborasi Eda Zamanpur dan Begum Karadag, menawarkan lebih dari sekadar elemen dekoratif. Terinspirasi dari konsep “hayalperest” atau si pemimpi, karya ini mengajak penghuni rumah untuk memasuki lanskap imajinasi, di mana siang dan malam, kenangan dan harapan, saling berpadu. Motif matahari, bulan, dan bintang yang melayang harmonis di dalam bentuk geometris menciptakan kisah visual yang membangkitkan nuansa modern sekaligus nostalgia.

Keunikan Daydreamer terletak pada teknik produksinya yang luar biasa. Permadani ini dibuat dengan menggabungkan empat teknik tenun tangan spesial: Anatolian Knot, Cicim, Twill, dan Shuttle Traditional Towel Weaving. Salah satu teknik utama, Karacakilavuz, memiliki indikasi geografis dan hanya dapat diproduksi di Tekirdag, Turki. Kolaborasi tiga pengrajin perempuan dalam proses pembuatannya menambah nilai eksklusif dan autentik pada setiap helai benang yang dirangkai.

Proses realisasi Daydreamer memadukan tradisi dan inovasi. Tiga bagian tenunan diproduksi secara terpisah menggunakan alat tenun kayu ek tradisional, lalu disatukan secara asimetris dengan rantai wol rajut. Setiap detail, mulai dari bordir tangan dengan tusuk rajut hingga pemasangan kain pelapis katun dan rumbai yang dijahit manual, menunjukkan dedikasi tinggi terhadap kualitas dan estetika. Dimensi permadani ini sekitar 240 x 280 x 1 cm, namun dapat disesuaikan sesuai pesanan, menegaskan sifatnya yang eksklusif dan bukan hasil produksi massal.

Aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam pembuatan Daydreamer. Seluruh material yang digunakan bersumber dari bahan alami dan proses pewarnaan benang dilakukan dengan pewarna nabati. Selain itu, produksi di workshop Buruz di Tekirdag tidak hanya menjaga keaslian teknik Karacakilavuz, tetapi juga memberdayakan perempuan lokal melalui lapangan kerja berkelanjutan. Setiap permadani membutuhkan waktu produksi sekitar dua bulan, tidak termasuk proses pewarnaan benang.

Riset mendalam menjadi fondasi desain Daydreamer. Proses kreatif dimulai dari digitalisasi pola, pengkodean motif di atas kertas kotak, hingga eksperimen teknik untuk memastikan kesinambungan visual antar bagian tenunan. Tantangan terbesar adalah menyatukan tiga bagian menjadi satu kesatuan utuh tanpa mengorbankan keindahan garis dan motif, sehingga setiap elemen tampak saling terhubung secara harmonis.

Pengakuan atas keunggulan Daydreamer dibuktikan dengan penghargaan Iron A’ Design Award 2025 dalam kategori tekstil dan kain. Permadani ini bukan hanya simbol inovasi desain, tetapi juga perwujudan emosi, keseimbangan, dan inspirasi dari kehidupan sehari-hari. Daydreamer mengajak setiap orang untuk menemukan keindahan dalam transisi harian dan menjadikan rumah sebagai ruang refleksi dan impian.


Detail dan Kredit Proyek

Desainer Proyek: Begum Karadag
Kredit Gambar: Begum Karadag
Anggota Tim Proyek: EDA ZAMANPUR BEGUM KARADAG
Nama Proyek: Daydreamer
Klien Proyek: BURUZ DESIGN


Daydreamer IMG #2
Daydreamer IMG #3
Daydreamer IMG #4
Daydreamer IMG #5
Daydreamer IMG #5

Baca Selanjutnya di Desain Cemerlang