Shada Hotel menonjol sebagai karya interior yang merayakan akar budaya Saudi melalui pendekatan desain yang bersih, tekstur alami, dan konsep artistik yang mendalam. Setiap elemen, mulai dari motif dinding yang rumit hingga pemilihan furnitur yang penuh pertimbangan, menjadi narasi visual tentang tradisi dan keahlian lokal. Desain ini tidak hanya sekadar mempercantik ruang, tetapi juga membangun rasa memiliki dan kehangatan bagi para tamu, seolah mengajak mereka pulang ke rumah sendiri di tengah hiruk-pikuk Dubai.
Salah satu keunikan utama Shada Hotel terletak pada kemampuannya menggabungkan nuansa nostalgia dengan sentuhan kontemporer. Interior yang dirancang secara cermat menampilkan harmoni antara masa lalu dan masa kini, di mana jejak sejarah dan budaya Asiri tetap terasa kuat namun dikemas dalam atmosfer modern yang segar. Setiap sudut hotel memperlihatkan integrasi antara elemen tradisional dan inovasi desain, menjadikan pengalaman menginap di sini berbeda dari hotel butik lainnya.
Fasilitas yang dihadirkan di Shada Boutique Hotel dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelancong bisnis maupun rekreasi. Area publik seperti kafe, restoran, pusat bisnis, dan ruang pertemuan pribadi berada di lantai dasar, sementara fasilitas seperti gym, ruang bioskop, dan kolam renang menambah kenyamanan di area komunal. Dengan total 11 lantai, hotel ini menyediakan 102 kamar tamu dan 10 suite, serta teras publik yang ideal untuk bersantai dan bersosialisasi.
Filosofi desain Shada Hotel menekankan pentingnya integrasi ruang publik dan privat secara mulus, dimulai dari perencanaan lantai dasar hingga penataan kamar dan area bersama di lantai atas. Pemilihan material berfokus pada keberlanjutan dan keindahan alami, mengambil inspirasi dari seni Asiri yang kaya warna dan tekstur. Furnitur yang digunakan merupakan hasil kurasi yang memadukan estetika modern dengan warna-warna cerah khas Qatt Asiri, serta teknik anyaman tradisional yang menambah nilai artistik dan kenyamanan.
Setiap detail di Shada Hotel, mulai dari penempatan karya seni hingga pemilihan aksesori, dirancang untuk memperkuat identitas lokal dan atmosfer hotel. Tekstil dan permadani buatan tangan dengan motif tradisional menjadi aksen yang memperkaya suasana, sementara karya seni lokal dipilih secara strategis untuk menonjolkan warisan budaya. Pendekatan ini tidak hanya memperindah ruang, tetapi juga memberikan pengalaman otentik yang tak terlupakan bagi para tamu.
Shada Hotel, pemenang Bronze A’ Design Award 2025 untuk kategori Interior Space, Retail and Exhibition Design, membuktikan bahwa perpaduan antara warisan budaya dan inovasi desain dapat meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkaya dunia perhotelan. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keahlian teknis dan kreativitas yang dihadirkan Lina Alaidaroos, serta komitmen terhadap praktik desain berkelanjutan yang menghormati tradisi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Desainer Proyek: Lina Ali Alaidaroos
Kredit Gambar: Photographer: JUBRAN
Anggota Tim Proyek: Lina Ali Alaidaroos
Nama Proyek: Shada Hotel
Klien Proyek: SHADA HOTELS