Inspirasi utama di balik proyek Ersie berasal dari penghormatan mendalam terhadap arsitektur bersejarah dan keinginan untuk menghidupkan kembali sebuah vila era Qajar yang nyaris terlupakan di Qazvin. Ali Moazzen dan timnya memanfaatkan peluang langka untuk mengungkap serta memulihkan detail arsitektur tersembunyi, sembari menyeimbangkan kebutuhan masa kini. Melalui riset mendalam tentang teknik pelestarian dan strategi adaptasi bangunan, proyek ini berhasil menjaga narasi sejarah sekaligus memenuhi tuntutan gaya hidup modern.
Keunikan Ersie terletak pada kemampuannya memadukan keaslian sejarah dengan fungsi masa kini. Restorasi detail arsitektur asli seperti jendela Orsi, moldings plester, dan pintu kayu menjadi sorotan utama. Pohon-pohon berusia ratusan tahun tetap lestari, sementara ruang-ruang lama diadaptasi secara inovatif untuk menciptakan alur sirkulasi yang nyaman. Penambahan elevator dan menu Braille menegaskan komitmen pada desain inklusif, menjadikan Ersie sebagai ruang yang ramah bagi semua pengunjung.
Proses realisasi Ersie memadukan teknik tradisional dan modern. Struktur batu bata asli diperkuat dengan rangka baja demi stabilitas, sementara teknik pemulihan plester canggih menghidupkan kembali ornamen-ornamen rumit. Jendela Orsi dan pintu kayu dipesan khusus untuk menjaga keaslian. Material berkelanjutan digunakan pada bagian tambahan, dan sistem HVAC modern diintegrasikan tanpa mengorbankan karakter historis bangunan. Setiap tahap didasarkan pada analisis tapak dan dokumentasi sejarah yang teliti.
Secara teknis, Ersie berdiri di atas lahan seluas 2.200 m² dengan luas bangunan 846 m². Struktur utama mengandalkan kombinasi batu bata dan baja, didukung sistem pendingin dan pemanas sentral. Renovasi mencakup perluasan basement, pelestarian vestibule, serta penguatan dinding penahan beban. Fasilitas aksesibilitas seperti elevator dan menu Braille memastikan semua pengunjung dapat menikmati pengalaman tanpa hambatan.
Interaksi ruang di Ersie dirancang untuk menghadirkan pengalaman sejarah yang otentik sekaligus kenyamanan modern. Tata letak kafe-restoran memudahkan aliran pengunjung dari pintu masuk menuju area makan utama dan ruang VIP. Dinding dan struktur asli yang dipertahankan memperkuat atmosfer historis, sementara instalasi modern seperti elevator dan sistem pendingin menciptakan suasana yang nyaman dan inklusif.
Keberhasilan Ersie dalam mengintegrasikan pelestarian warisan dengan kebutuhan masa kini diakui secara internasional melalui penghargaan Bronze A' Design Award 2025 di kategori Cultural Heritage and Culture Industry Design. Proyek ini tidak hanya memperkaya pariwisata budaya lokal, tetapi juga menjadi contoh praktik restorasi berkelanjutan yang menginspirasi dunia arsitektur dan desain. Ersie membuktikan bahwa warisan sejarah dapat terus hidup dan relevan melalui inovasi yang bertanggung jawab.
Desainer Proyek: Ali Moazzen
Kredit Gambar: Image #1: Photographer Peyman Rajabi, 2024.
Image #2: Photographer Peyman Rajabi, 2024.
Image #3: Photographer Peyman Rajabi, 2024.
Image #4: Photographer Peyman Rajabi, 2024.
Image #5: Photographer Peyman Rajabi, 2024.
Anggota Tim Proyek: Ali Moazzen
Nama Proyek: Ersie
Klien Proyek: Ersie Mansion