Dalam dunia desain furnitur, isu limbah kayu kerap menjadi perhatian utama. Hyunjae Noh, melalui proyek Mushroom, menghadirkan pendekatan kreatif yang memanfaatkan sisa kayu berkualitas tinggi yang sering terabaikan karena ukurannya yang kecil. Proyek ini lahir dari pengalaman Noh selama mengikuti kursus pembuatan furnitur di OCAD University, Toronto, di mana ia menyaksikan banyaknya potongan kayu sisa yang dikumpulkan untuk digunakan ulang oleh para mahasiswa.
Keunikan Mushroom terletak pada penggunaan tiga jenis kayu berbeda yang disusun dengan teknik end grain, menciptakan pola permukaan meja yang menarik secara visual. Teknik ini memungkinkan potongan kayu kecil yang biasanya terbuang menjadi panel yang lebih besar dan kokoh. Permukaan meja berbentuk lingkaran ini kemudian diberi lapisan minyak untuk meningkatkan daya tahan dan memperpanjang umur pakai.
Desain kaki meja juga memperlihatkan efisiensi dalam penggunaan material. Dengan melaminasi beberapa lapisan kayu dan hanya memoles bagian tepinya menggunakan mesin bubut, proses ini berhasil meminimalkan limbah tambahan. Hasil akhirnya adalah kaki meja yang melengkung halus menyerupai batang jamur, memperkuat karakter desain sekaligus menjaga prinsip keberlanjutan.
Mushroom memiliki dimensi 380mm x 380mm x 400mm, ideal sebagai meja kopi atau meja samping tempat tidur. Fungsionalitasnya didukung oleh estetika yang menonjolkan keindahan pola kayu alami, sekaligus menyampaikan pesan penting tentang pentingnya daur ulang dan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab. Proses pembuatannya juga melibatkan penggunaan laser cutter untuk menciptakan template, sehingga setiap potongan kayu dapat dibentuk secara konsisten dan aman.
Proyek ini tidak hanya berhasil mengurangi limbah kayu, tetapi juga memberikan nilai tambah pada material yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Mushroom telah diakui secara internasional dengan meraih Bronze A' Furniture Design Award 2025, sebuah penghargaan yang menyoroti inovasi, kualitas teknis, dan kontribusi terhadap perbaikan kualitas hidup melalui desain yang berkelanjutan.
Mushroom membuktikan bahwa kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dalam dunia desain furnitur. Inisiatif seperti ini diharapkan dapat menginspirasi para desainer lain untuk terus mengeksplorasi pemanfaatan limbah dan menciptakan produk yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis.
Desainer Proyek: Hyunjae Noh
Kredit Gambar: Hyunjae Noh
Anggota Tim Proyek: Hyunjae Noh
Nama Proyek: Mushroom
Klien Proyek: Hyunjae Noh