Bishan Bookstore, hasil karya Yunhai Zhao, menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat dihidupkan kembali melalui desain inovatif. Bertempat di Qitai Hall, sebuah balai keluarga Wang yang telah berdiri sejak masa Dinasti Qing lebih dari dua abad lalu, proyek ini mengusung misi Librairie Avant Garde untuk membawa literasi ke pelosok desa, jauh dari kepentingan komersial semata. Dengan demikian, Bishan Bookstore tidak hanya menjadi toko buku, tetapi juga utopia budaya yang mengedepankan kecintaan pada bacaan dan pengetahuan.
Keunikan Bishan Bookstore terletak pada kemampuannya menyeimbangkan pelestarian sejarah dengan adaptasi terhadap kebutuhan zaman. Yunhai Zhao menekankan pentingnya strategi bisnis yang fleksibel agar ruang ini tidak sekadar menjadi objek wisata, melainkan tetap berfungsi sebagai wadah budaya yang hidup. Jika terlalu terjebak dalam perlindungan tanpa inovasi, nilai ruang ini sebagai pusat pertukaran budaya akan memudar.
Desain interior Bishan Bookstore memadukan material alami seperti kayu, bambu, dan batu, yang tidak hanya memperkuat nuansa alami, tetapi juga menyatu dengan lingkungan sekitar. Salah satu inovasi utama adalah penggunaan material tanah padat putih pada dinding rak buku, material baru yang biasanya digunakan untuk eksterior, kini diadaptasi untuk menciptakan suasana yang unik di dalam ruangan. Area seluas 420 meter persegi ini pun menjadi ruang yang mengundang interaksi dan refleksi.
Transformasi rak buku menjadi pusat desain menjadi sorotan utama. Untuk melindungi buku dari kelembapan, dinding rak buku dibangun menggunakan papan semen dan sebagian rak ditanamkan ke dalam dinding. Inspirasi bentuk rak berasal dari layar dalam lukisan Tiongkok, menciptakan area sentral yang menjadi ruang aktivitas literasi. Tata letak ini menarik perhatian pengunjung ke pusat ruangan, menghadirkan pengalaman visual dan fungsional yang khas.
Proses pembaruan Bishan Bookstore menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian karakter asli balai leluhur dengan kebutuhan masyarakat modern. Penelitian mendalam terhadap sejarah dan budaya lokal menjadi dasar desain, memastikan setiap elemen tidak hanya estetis tetapi juga bermakna. Sejak diresmikan sebagai cabang kedelapan Librairie Avant Garde pada 2014, Bishan Bookstore telah menjadi simbol kebangkitan budaya di pedesaan.
Kehadiran Bishan Bookstore membuktikan bahwa revitalisasi warisan budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi desain dan teknologi. Penghargaan Golden A' Design Award 2025 yang diraih proyek ini menjadi pengakuan atas kontribusinya dalam mengangkat nilai seni, arsitektur, dan literasi di tengah masyarakat. Bishan Bookstore menginspirasi upaya serupa untuk menghidupkan kembali ruang-ruang bersejarah sebagai pusat kreativitas dan pengetahuan di era modern.
Desainer Proyek: Zhao Yunhai
Kredit Gambar: Image #1:Photographer YunHai Zhao,Designer,2025.
Image #2:Photographer YunHai Zhao,Designer,2025.
Image #3:Photographer YunHai Zhao,Designer,2025.
Image #4:Photographer YunHai Zhao,Designer,2025.
Image #5:Photographer YunHai Zhao,Designer,2025.
Anggota Tim Proyek: Yunhai Zhao
Nama Proyek: Bishan
Klien Proyek: Yunhai Zhao