VivaCyte: Inovasi Platform Suite untuk Terapi Sel Modern

Transformasi Pengembangan Terapi Sel dengan Otomasi dan Desain Intuitif

VivaCyte, karya Livia Stevenin dan tim, menghadirkan solusi revolusioner dalam pengembangan terapi sel dengan mengintegrasikan otomasi canggih, analisis throughput tinggi, dan pengalaman pengguna yang intuitif.

Dalam dunia terapi sel yang berkembang pesat, kebutuhan akan efisiensi dan akurasi menjadi sangat penting. VivaCyte lahir dari inspirasi untuk mempercepat pengembangan terapi kanker, dengan tujuan utama menyederhanakan alur kerja, mengurangi kesalahan manusia, dan meningkatkan kualitas perawatan pasien. Platform ini dirancang untuk mengatasi tantangan proses laboratorium yang kompleks dan padat karya, memungkinkan para peneliti dan klinisi lebih fokus pada inovasi tanpa terbebani oleh kendala teknis.

Keunikan VivaCyte terletak pada dua solusi perangkat lunak terintegrasi: Control Software (CSW) untuk peluncuran dan pengelolaan uji biologis, serta Analytical Software (ASW) untuk mengekstrak wawasan utama dari hasil eksperimen. Dengan menitikberatkan pada skalabilitas, kemudahan penggunaan, dan otomasi, platform ini memampukan peneliti menavigasi alur kerja yang rumit, mengonfigurasi pengujian, dan menganalisis data dengan efisien. Otomasi berbasis AI yang diterapkan secara menyeluruh juga meminimalisir kesalahan, memastikan hasil yang lebih akurat dan konsisten.

Proses perancangan VivaCyte melibatkan riset pengguna yang mendalam, termasuk observasi langsung di laboratorium dan wawancara dengan pengguna akhir. Workshop User Journey Mapping mempertemukan ahli biologi dan tim pengembang untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan nyata di lapangan. Hasil riset ini kemudian diimplementasikan dalam sistem desain khusus, memastikan konsistensi dan kemudahan navigasi di seluruh platform. Fitur-fitur seperti peta kerja yang dapat dicetak dan panduan setup interaktif menjadi solusi nyata dari hasil riset tersebut.

Dari sisi teknologi, VivaCyte dikembangkan menggunakan Figma untuk desain, React JS untuk front-end, serta sistem desain Bento yang memastikan tampilan dan interaksi tetap konsisten. Kolaborasi antara desainer seperti Sara Bianchini, Livia Stevenin, dan Agnese Ragucci menjadi kunci dalam mewujudkan platform yang tidak hanya inovatif secara teknis, tetapi juga memenuhi standar regulasi ketat di bidang medis. Tantangan dalam menyeimbangkan kebutuhan otomasi, kemudahan penggunaan, dan kepatuhan terhadap regulasi berhasil diatasi melalui pendekatan iteratif dan kolaboratif.

VivaCyte telah mendapatkan pengakuan internasional dengan meraih Silver A' Design Award 2025 untuk kategori Interface, Interaction, and User Experience. Penghargaan ini menegaskan keunggulan teknis dan artistik VivaCyte dalam menghadirkan solusi perangkat lunak yang mendorong kemajuan terapi sel dan inovasi di bidang kesehatan. Dengan pendekatan berbasis data, desain berpusat pada pengguna, dan komitmen terhadap optimalisasi alur kerja, VivaCyte menjadi pionir dalam transformasi digital laboratorium biomedis.

Keberhasilan VivaCyte menunjukkan bahwa integrasi teknologi, desain, dan riset pengguna dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi dunia kesehatan. Platform ini tidak hanya mempercepat pengembangan terapi sel, tetapi juga menetapkan standar baru dalam desain perangkat lunak medis yang efisien, aman, dan mudah digunakan.


Detail dan Kredit Proyek

Desainer Proyek: Livia Stevenin
Kredit Gambar: Image #1: Mockup: Designed by Freepik, Image: Livia Stevenin (UX/UI designer), Image #2: Livia Stevenin (UX/UI designer), Image #3: Livia Stevenin (UX/UI designer), Image #4: Livia Stevenin (UX/UI designer), Image #5: Livia Stevenin (UX/UI designer),
Anggota Tim Proyek: Designer: Sara Bianchini Designer: Livia Stevenin Designer: Agnese Ragucci
Nama Proyek: Viva Cyte
Klien Proyek: Cellply


Viva Cyte  IMG #2
Viva Cyte  IMG #3
Viva Cyte  IMG #4
Viva Cyte  IMG #5
Viva Cyte  IMG #5

Baca Selanjutnya di Desain Cemerlang