The Chakai, sebuah instalasi pameran inovatif dari Studio Kaz, merevolusi konsep ruang teh tradisional Jepang dengan pendekatan kontemporer yang memadukan material lokal, teknologi sensorik, dan seni proyeksi. Proyek ini terinspirasi oleh filosofi omotenashi—keramahan khas Jepang—yang menempatkan tamu sebagai bagian penting dari penciptaan pengalaman minum teh. Dengan demikian, ruang ini tidak hanya menjadi tempat menikmati teh, tetapi juga arena interaksi antara manusia, ruang, dan teknologi.
Keunikan The Chakai terletak pada penggunaan material tradisional Jepang yang diolah secara tidak konvensional. Lantai ruang terbuat dari IGUSA-faced plywood, yaitu papan kayu lapis yang dilapisi rumput rush (igusa) sisa produksi tatami, sehingga mengedepankan prinsip keberlanjutan. Sementara itu, pembatas ruang menggunakan kain Tango Chirimen yang sangat tipis, diproyeksikan gambar dinamis melalui teknik projection mapping. Kain ini bukan sekadar elemen visual, melainkan juga berfungsi sebagai batas psikologis yang merespons gerakan udara dan kehadiran manusia.
Teknologi menjadi inti dari interaktivitas The Chakai. Sensor tertanam pada kain Tango Chirimen mampu mendeteksi getaran sekecil apa pun akibat pergerakan udara atau aktivitas pengunjung. Data dari sensor ini kemudian diintegrasikan ke dalam program visual dan audio, sehingga gambar dan suara di ruang tersebut berubah secara real-time sesuai interaksi yang terjadi. Pendekatan ini menciptakan pengalaman multisensorik yang mendalam, memperkuat makna kehadiran dan keterlibatan tamu dalam ritual minum teh.
Proses realisasi The Chakai melibatkan riset mendalam terhadap sejarah, esensi, dan elemen ruang teh Jepang. Studio Kaz bersama tim kolaborator, seperti Miyuki Chikahiro dan Akari Kawase untuk produksi video, serta Junco Wada dan Coichi Wada untuk desain grafis dan interior, berhasil mengadaptasi tradisi ke dalam ruang pameran yang bersifat eksperimental. Tantangan teknis, seperti penyesuaian sinyal sensor dengan program proyeksi dan pengolahan material ramah lingkungan, berhasil diatasi melalui inovasi dan kolaborasi lintas disiplin.
The Chakai telah mendapatkan pengakuan internasional dengan meraih Silver A' Design Award 2025 untuk kategori Instalasi Desain Interaktif, Eksperiensial, dan Imersif. Penghargaan ini menegaskan keunggulan teknis dan artistik karya Studio Kaz, yang tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga memperkenalkan cara baru dalam memahami dan merasakan tradisi melalui teknologi. Dengan demikian, The Chakai menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat diinterpretasikan ulang secara inovatif untuk gaya hidup masa kini.
Kehadiran The Chakai di Tokyo pada Oktober 2024 membuktikan bahwa kolaborasi antara seni, desain, dan teknologi mampu menciptakan ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat makna dan pengalaman. Instalasi ini mengajak publik untuk merasakan kembali esensi keramahan dan keintiman dalam ritual minum teh, sekaligus membuka cakrawala baru dalam eksplorasi ruang interaktif di ranah desain kontemporer.
Desainer Proyek: Coichi Wada
Kredit Gambar: image #No1:Photographer/Nacása & Partners Inc.
image #No2:Photographer/Nacása & Partners Inc.
image #No3:Photographer/Bunsei Matsuura
image #No4:Photographer/Bunsei Matsuura
image #No5:Photographer/Nacása & Partners Inc.
video:SWAG.inc
music:STUDIO KAZ co,.ltd.
Anggota Tim Proyek: video production : Miyuki Chikahiro Akari Kawase
graphic design : Junco Wada
interior design : Coichi Wada
Nama Proyek: The Chakai
Klien Proyek: STUDIO KAZ