Morphknock, rancangan Samira Adami Dadizadeh, lahir dari kekayaan sejarah ketukan pintu Persia yang melambangkan keramahan, keamanan, dan identitas budaya. Dalam arsitektur Iran, ketukan pintu sering kali simetris dan dipengaruhi oleh geometri Islam, menjadi simbol penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui reinterpretasi bentuk dan fungsinya, Morphknock mengubah elemen arsitektur ini menjadi koleksi perhiasan modular yang dapat dikenakan sebagai kalung, gelang, maupun cincin. Koleksi ini memadukan batu mulia seperti lapis lazuli, malachite, onyx hitam, dan berlian, merefleksikan tekstur arsitektur kuno dengan sentuhan teknik modern.
Keunikan Morphknock terletak pada mekanisme transformasinya yang inovatif. Sistem rotasi dan lipat memungkinkan perhiasan ini berubah bentuk dengan mudah, menyesuaikan kebutuhan dan gaya pemakainya. Batu permata dua sisi yang dapat diputar—malachite, lapis lazuli, dan onyx hitam—menampilkan nuansa warna yang terinspirasi dari patina dan besi tua. Tali kulit reversibel menambah fleksibilitas, memungkinkan pengguna menyesuaikan warna gelang dengan batu yang dipilih. Sentuhan desain Art Deco yang terinspirasi dari kerajinan logam tradisional memperkuat karakter dan keanggunan setiap detailnya.
Proses pembuatan Morphknock menggunakan emas kuning 18 karat, dengan sumbu tengah yang dapat bergerak dan dihiasi malachite serta lapis lazuli dalam potongan tinggi dua sisi. Berlian putih ditempatkan di sepanjang lengkungan tengah untuk menambah kilau dan kemewahan. Engsel bertingkat yang dirancang secara presisi memastikan pergerakan yang mulus, sementara setiap komponen—lengan, sumbu, dan pin—dirakit dengan ketelitian tinggi demi integritas struktural. Setelah melalui pengujian dan kontrol kualitas yang ketat, engsel disempurnakan untuk memastikan fungsi yang sempurna dan daya tahan jangka panjang.
Secara teknis, gelang Morphknock memiliki dimensi 39 mm tinggi, 22 mm lebar, dan 5 mm tebal. Mekanismenya terinspirasi langsung dari ketukan pintu tradisional, memungkinkan batu permata berputar dan menampilkan warna berbeda. Dalam bentuk cincin, bagian atasnya dilipat membentuk lingkaran, sementara sebagai kalung, lengkungan dapat diposisikan agar rantai melewati bagian atas. Tali kulit reversibel didesain untuk meluncur mulus melalui dua loop, memberikan pengalaman pemakaian yang mudah dan serbaguna.
Penelitian mendalam terhadap sejarah ketukan pintu Persia menjadi fondasi desain Morphknock. Ketukan pintu tradisional tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan status sosial dan budaya pemilik rumah. Bentuk dan suara yang berbeda untuk pria dan wanita dalam budaya Islam menambah makna simbolisnya. Tantangan utama dalam pengembangan Morphknock adalah menciptakan mekanisme rotasi dan lipat yang presisi tanpa mengorbankan estetika, sehingga menghasilkan karya yang harmonis antara fungsi dan keindahan visual.
Morphknock berhasil meraih penghargaan Iron dalam A' Jewelry Design Award 2025, sebuah pengakuan atas desain yang inovatif, praktis, dan memenuhi standar industri. Dengan mengintegrasikan praktik terbaik dan karakteristik teknis yang mumpuni, Morphknock tidak hanya memperkaya dunia perhiasan, tetapi juga menawarkan pengalaman estetika dan emosional yang mendalam bagi para penggunanya. Karya ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat dihidupkan kembali melalui desain kontemporer yang cerdas dan penuh makna.
Desainer Proyek: Samira Adami Dadizadeh
Kredit Gambar: 3D Modeling and Rendering by: Delaram Nakhli
Anggota Tim Proyek: Samira Adami Dadizadeh
Nama Proyek: Morphknock
Klien Proyek: Samira Adami jewelry Designer