Andorinha, karya Matthias Ambros, lahir dari kekaguman terhadap gerak anggun burung walet yang melambangkan kelincahan, adaptasi, dan keterhubungan. Filosofi ini diterjemahkan ke dalam desain kursi yang menonjolkan struktur ringan, adaptif, dan estetika yang bersih. Dengan mengedepankan ergonomi dan efisiensi produksi, Andorinha memanfaatkan teknologi cetak-moulding kayu lapis canggih untuk menciptakan sandaran punggung yang tampak melayang, sekaligus mempertahankan kekuatan dan integritas struktural.
Salah satu keunikan utama Andorinha terletak pada teknik penyambungan sandaran punggung yang tersembunyi, menghasilkan efek visual mengambang tanpa sambungan yang terlihat. Inovasi ini dicapai melalui proses cetak dua tahap pada kayu lapis, yang menyisipkan elemen struktural di dalamnya. Hasilnya adalah kursi yang tidak hanya ringan dan mudah dipindahkan, tetapi juga menawarkan kenyamanan ergonomis optimal, menjadikannya solusi duduk yang serbaguna untuk berbagai ruang.
Proses realisasi Andorinha menggabungkan riset pengguna, eksplorasi bentuk berbasis AI, dan sketsa manual, memastikan setiap aspek desain benar-benar teruji. Struktur utama kursi menggunakan baja tubular yang dibengkokkan dengan CNC dan dilas laser untuk presisi dan daya tahan. Sementara itu, dudukan dan sandaran punggung dibuat dari kayu lapis yang dicetak presisi, dengan inovasi dua tahap pada sandaran yang memungkinkan integrasi sempurna dan kekuatan maksimal tanpa menambah bobot berlebih.
Secara teknis, Andorinha memiliki dimensi 550 mm x 600 mm x 820 mm dengan berat hanya 5 kg. Struktur baja tubular dan teknik penyambungan tersembunyi pada sandaran memastikan kursi tetap kokoh meski tampil ringan. Keunggulan ergonomisnya diperkuat oleh desain sandaran yang mengikuti postur alami tubuh, serta dudukan melengkung yang mendukung kenyamanan duduk dalam waktu lama. Kepraktisan dan estetika bersih tanpa sambungan terbuka menjadikan Andorinha pilihan ideal untuk ruang publik maupun privat.
Pengembangan Andorinha berakar pada riset mendalam terhadap kebutuhan pengguna, termasuk survei dengan toko furnitur di São Paulo dan serangkaian prototipe untuk menguji kekuatan serta kenyamanan. Tantangan terbesar adalah menciptakan sandaran punggung melayang yang tetap kuat tanpa sambungan terlihat, yang akhirnya terpecahkan lewat teknik cetak kayu lapis inovatif. Nama Andorinha sendiri, yang berarti burung walet, dipilih untuk merepresentasikan semangat ringan, adaptif, dan penuh kenyamanan, sekaligus menjadi simbol ketahanan, terutama setelah peristiwa banjir besar di Brasil pada 2024.
Keunggulan desain dan inovasi teknik Andorinha telah diakui secara internasional, terbukti dengan penghargaan Silver A' Furniture Design Award 2025. Kursi ini tidak hanya menonjolkan keindahan dan kepraktisan, tetapi juga menjadi representasi kemajuan desain Brasil yang mengedepankan presisi teknik, efisiensi produksi, dan kepekaan terhadap kebutuhan pengguna modern.
Desainer Proyek: Matthias Ambros
Kredit Gambar: Estudio Mezas
Anggota Tim Proyek: Matthias Ambros
Nama Proyek: Andorinha
Klien Proyek: Estudio Mezas