Terinspirasi oleh konsep Jepang Ma—yang menekankan keseimbangan antara ruang, kekosongan, dan cahaya—Framed Sanctuary merevolusi apartemen berusia 40 tahun menjadi tempat perlindungan yang mendukung refleksi dan ritual harian. Cahaya alami menjadi elemen utama, menari di atas permukaan beton mentah dan kayu hangat, sementara rangka logam setebal 1,5 cm membingkai batas ruang tanpa dinding fisik. Transisi material yang halus menonjolkan keindahan dalam kesederhanaan, menghasilkan atmosfer yang mendalam dan menenangkan.
Keunikan proyek ini terletak pada integrasi material monokrom—baja hitam, beton, dan kayu ek—yang dirancang dengan presisi tinggi. Tanpa sekat tradisional, ruang terbuka mengalir mulus, mengundang penghuni untuk menikmati momen membaca, refleksi, dan aktivitas harian dalam suasana yang damai. Cahaya yang masuk melalui bukaan yang telah direkayasa ulang memperkuat kejelasan spasial dan kenyamanan emosional, mempertegas karakter minimalis yang fungsional sekaligus estetis.
Realisasi desain ini menuntut rekayasa presisi untuk menyatukan baja, beton, dan kayu secara seamless. Rangka baja setebal 1,5 cm dibuat khusus agar ringan namun tetap mampu menahan beban. Sistem penjangkaran dan integrasi dinding diuji melalui prototipe dan simulasi, memastikan struktur yang tidak hanya estetis tetapi juga andal secara teknis. Hasilnya adalah sistem rangka yang mendefinisikan ruang tanpa membebani visual, sekaligus mendukung kebutuhan fungsional sehari-hari.
Dengan luas 110 meter persegi, interior Framed Sanctuary menampilkan lantai kayu ek, permukaan beton disikat, dan ubin bertekstur. Sistem rangka logam yang dipasang ke dinding dirancang untuk menopang benda berat tanpa mengganggu kesan minimalis. Penataan furnitur dan elemen kustom menandai zona fungsi secara intuitif, membimbing penghuni melalui transisi cahaya dan tekstur tanpa hambatan fisik.
Penelitian mendalam mendasari transformasi ini, mulai dari studi perilaku spasial hingga simulasi pencahayaan dan pengujian kekuatan material. Tantangan terbesar adalah mengintegrasikan rangka baja ultra-tipis yang tetap kuat secara struktural, serta mengoptimalkan pencahayaan alami pada tata letak lama yang semula gelap. Proyek ini berhasil merealisasikan adaptive reuse yang inovatif, memperkaya praktik desain hunian urban dengan pendekatan yang menyeimbangkan kejelasan visual dan kenyamanan emosional.
Framed Sanctuary, yang digarap selama delapan bulan di Taipei dan dianugerahi Bronze A' Design Award 2025, menjadi bukti bahwa desain minimalis dapat meningkatkan kualitas hidup. Dengan menekankan struktur, kekosongan, dan cahaya, apartemen ini menghadirkan ketenangan dan keindahan dalam kehidupan urban modern, sekaligus menjadi referensi baru bagi desain interior adaptif masa kini.
Desainer Proyek: Chien Hao Tseng
Kredit Gambar: Image #1: Architect / Photographer Chien Hao Tseng, Framed Sanctuary, 2024.
Image #2: Architect / Photographer Chien Hao Tseng, Framed Sanctuary, 2024.
Image #3: Architect / Photographer Chien Hao Tseng, Framed Sanctuary, 2024.
Image #4: Architect / Photographer Chien Hao Tseng, Framed Sanctuary, 2024.
Image #5: Architect / Photographer Chien Hao Tseng, Framed Sanctuary, 2024.
Anggota Tim Proyek: Architect: Chien Hao Tseng
Creative Director: Tzu Yu Liu
Nama Proyek: Framed Sanctuary
Klien Proyek: CHT Architect and Partidesign Studio