Blythe: Transformasi Hunian 1970-an Menjadi Rumah Masa Depan

Desain Berkelanjutan yang Memadukan Keanggunan, Fungsionalitas, dan Kenyamanan Keluarga

Proyek Blythe karya Berinda Soh menghadirkan interpretasi baru hunian klasik dengan sentuhan inovatif, menjawab kebutuhan keluarga modern tanpa mengorbankan karakter asli bangunan.

Berinda Soh menginisiasi Proyek Blythe dengan visi menciptakan rumah yang tak lekang oleh waktu, mengedepankan keseimbangan antara keanggunan dan fungsi. Terletak di Singapura, hunian seluas 4.800 kaki persegi ini merupakan rumah tapak era 1970-an yang direnovasi secara menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan keluarga empat orang. Fokus utama desain adalah menciptakan ruang yang tetap relevan dan nyaman hingga dua dekade ke depan, menjadikan rumah ini sebagai tempat berlindung sekaligus pusat aktivitas keluarga.

Keunikan Proyek Blythe terletak pada kemampuannya mempertahankan pesona arsitektur asli—seperti pintu dan jendela lengkung—sembari mengoptimalkan tata letak untuk interaksi keluarga dan ruang privat. Setiap sudut dirancang agar dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan penghuni, mulai dari area komunal yang luas hingga sudut-sudut tenang untuk relaksasi pribadi. Penataan ruang yang cermat memastikan transisi mulus antara aktivitas sehari-hari dan momen kebersamaan, memperkuat ikatan keluarga tanpa mengorbankan privasi.

Teknologi dan metode konstruksi kontemporer diterapkan untuk merevitalisasi struktur lama tanpa menghilangkan identitasnya. Melalui pendekatan kolaboratif dan riset visual berbasis platform digital, desain Blythe disesuaikan dengan gaya hidup penghuni. Penggunaan material tahan lama seperti batu Corvidae, kaca, dan detail kayu memastikan estetika dan fungsionalitas berjalan seiring. Inovasi seperti kabinet dapur dengan mekanisme khusus untuk peralatan baking menjadi solusi cerdas yang menunjang aktivitas harian sekaligus estetika ruang.

Proses renovasi menghadirkan tantangan teknis, mulai dari penyesuaian terhadap struktur asli, penanganan asbes, hingga pengelolaan balok dan kolom tersembunyi. Setiap kendala diubah menjadi peluang desain, seperti mengubah ceruk-ceruk tak terpakai menjadi solusi penyimpanan yang efisien. Elemen-elemen lama yang dianggap kurang fungsional, seperti bentuk jendela yang kaku, diolah ulang menjadi fitur estetis yang memperkuat karakter rumah.

Sentuhan akhir pada interior menonjolkan nuansa hangat dan lapang melalui palet warna bumi, aksen hitam, ungu, dan biru. Pintu kaca lengkung memaksimalkan cahaya alami, sementara detail kayu pada area TV dan lampu gantung custom menambah dimensi visual. Meja kopi dari batu Calacatta Arabesque di ruang tamu dan wastafel batu Corvidae di powder room menjadi titik fokus yang menonjolkan keindahan material alami.

Pengakuan atas keunggulan desain Blythe dibuktikan dengan diraihnya Iron A' Design Award 2025 untuk kategori Interior Space, Retail and Exhibition Design. Penghargaan ini menegaskan bahwa rumah masa depan tidak hanya soal estetika, tetapi juga tentang menciptakan ruang hidup yang adaptif, fungsional, dan memberikan kenyamanan jangka panjang bagi penghuninya.


Detail dan Kredit Proyek

Desainer Proyek: Berinda Soh
Kredit Gambar: Photos by: Angela Guo
Anggota Tim Proyek: Berinda Soh
Nama Proyek: Blythe
Klien Proyek: Jennifer and Kevin


Blythe IMG #2
Blythe IMG #3
Blythe IMG #4
Blythe IMG #5
Blythe IMG #5

Baca Selanjutnya di Desain Cemerlang