Serenity, sebuah karya arsitektur dan desain interior oleh Chiao Yi Tang dan Wan Shih Yang, menandai babak baru dalam pemaknaan ruang budaya di Taiwan. Terletak di Ching-Kuo Chi-Hai Cultural Park, proyek ini bukan sekadar museum atau perpustakaan, melainkan sebuah ruang multifungsi yang merangkul esensi budaya melalui filosofi, seni kaligrafi, dan keberlanjutan. Dengan luas sekitar 6.537 meter persegi, Serenity mengajak pengunjung untuk menelusuri jejak literasi dan perenungan para cendekiawan masa lalu, sekaligus menjawab tantangan zaman modern terkait pelestarian budaya dan ekologi.
Inspirasi desain Serenity berakar pada konsep “Esensi Budaya” yang tercermin dalam kaligrafi, lukisan, dan aula kuliah kuno yang terinspirasi dari Kota Terlarang. Setiap elemen ruang dirancang untuk membangkitkan suasana damai, reflektif, dan superior, sejalan dengan karakter ketahanan dan kedamaian yang menjadi ciri khas budaya Tiongkok. Integrasi museum dengan perpustakaan digital global yang berfokus pada studi Sinologi memperkuat peran Serenity sebagai pusat penelitian dan pelestarian warisan budaya, sekaligus menawarkan pengalaman kontemplatif yang memperdalam apresiasi terhadap kehidupan.
Keunikan Serenity terletak pada harmonisasi antara arsitektur, teknologi, dan filosofi Timur. Ruang utama menampilkan koleksi benda budaya, dikelilingi oleh aula pameran, perpustakaan, ruang multimedia, dan ruang konferensi yang terhubung melalui lobi, koridor, serta kafe. Setiap area memaksimalkan pencahayaan alami dan pemandangan, didukung sistem pengendalian suhu, pencahayaan efisien, dan akustik yang optimal. Penggunaan material ramah lingkungan dan pencapaian sertifikasi bangunan hijau tingkat Diamond di Taiwan menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan.
Ekspresi ruang dalam Serenity mengambil inspirasi dari teknik kaligrafi seperti tinta pekat, sapuan, dan flying white. “Tinta pekat” diwujudkan dalam bentuk-bentuk kokoh yang melambangkan kekuatan, sementara “sapuan” menciptakan area dinamis yang penuh resonansi. Sementara itu, “flying white” menghadirkan ruang terbuka yang dibanjiri cahaya alami, menghubungkan berbagai zona secara mulus. Struktur plafon bertekstur kayu, kisi-kisi yang melambangkan kesinambungan, serta dinding marmer Carrara dan panel dekoratif menyerupai perunggu, memperkuat narasi sejarah dan keberlanjutan budaya.
Riset mendalam menjadi pondasi desain Serenity, yang merupakan perpustakaan presiden pertama di Taiwan. Studi kasus dari perpustakaan nasional dan museum seni budaya, serta pemanfaatan sumber sejarah dari yayasan, membentuk lingkungan yang kaya makna dan kedalaman akademik. Tim Ruentex Interior Design mengadopsi pendekatan Sinologi untuk menciptakan landmark sosial baru yang menyatukan sejarah, budaya, dan rekreasi dalam satu ruang yang inspiratif.
Serenity telah meraih penghargaan Bronze A’ Design Award 2025 untuk kategori Interior Space, Retail and Exhibition Design, sebuah pengakuan atas keunggulan teknis dan kreativitas yang meningkatkan kualitas hidup. Proyek ini membuktikan bahwa desain yang berakar pada tradisi, namun berpandangan ke depan, mampu menciptakan ruang yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna dan berkelanjutan. Serenity menjadi simbol baru bagi integrasi seni, teknologi, dan keberlanjutan dalam gaya hidup modern.
Desainer Proyek: Chiao-Yi, Tang
Kredit Gambar: Image #1: Photographer Xiaoxiong Liangyan, Warm Welcome, 2022.
Image #2: Photographer Xiaoxiong Liangyan, Tranquility, 2022.
Image #3: Photographer Xiaoxiong Liangyan, Humanities Gathering, 2022.
Image #4: Photographer Xiaoxiong Liangyan, Resilience, 2022.
Image #5: Photographer Xiaoxiong Liangyan, Gathering of Humanities, 2022.
Video Credits: RUENTEX INTERIOR DESIGN INC., 2022.
Anggota Tim Proyek: Chiao Yi Tang
Wan Shih Yang
Yu Cheng Hung
Nama Proyek: Serenity
Klien Proyek: Chiang Ching-kuo Foundation for International Scholarly Exchange