“The Form of Power” merupakan koleksi busana yang mengangkat tema kompleksitas dan keberagaman perempuan modern. Xinyi Chen, perancang di balik karya ini, terinspirasi oleh esensi femininitas masa kini yang terus berkembang. Melalui pendekatan minimalis dan struktural, desain ini menonjolkan harmoni antara garis tegas dan material lembut, menciptakan kontras visual yang elegan. Warna hitam klasik dipilih sebagai simbol kekuatan sekaligus keanggunan, memperkuat pesan bahwa perempuan mampu menyeimbangkan ketegasan dan kelembutan dalam satu tampilan.
Keunikan desain ini terletak pada eksplorasi multidimensi karakter perempuan. Chen memadukan empat material utama—kulit, kain jas, beludru, dan tulle—yang masing-masing merepresentasikan sisi berbeda dari femininitas. Siluet bahu lebar, terinspirasi dari power suit era 1980-an, dipadukan dengan pinggang ramping untuk menonjolkan kekuatan sekaligus keanggunan tubuh perempuan. Potongan asimetris dan detail tulle di area strategis memberikan efek visual dinamis, sekaligus menantang norma busana konvensional.
Desain ini tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga membawa pesan sosial yang kuat. Dengan mengadopsi tren feminisme dan menolak stereotip lama, “The Form of Power” mengajak perempuan untuk mengekspresikan identitasnya secara bebas dan sadar. Penelitian mendalam dilakukan untuk memahami kebutuhan perempuan urban, khususnya mereka yang aktif di dunia profesional dan penggemar budaya avant-garde. Hasilnya, busana ini menjadi medium ekspresi diri yang menegaskan bahwa perempuan memiliki otoritas penuh atas citra dan nilai dirinya.
Proses realisasi koleksi ini menghadirkan tantangan teknis, terutama dalam menggabungkan tulle yang ringan dengan material lain yang lebih kaku. Solusi inovatif berupa penggunaan lining elastis berhasil menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan estetika. Selain itu, pemilihan kain jas ringan untuk bagian bahu memastikan siluet tetap tegas tanpa mengorbankan kesan elegan. Upaya ini memperlihatkan dedikasi Chen dalam mengharmonisasikan kekuatan dan kelembutan dalam satu desain.
Komitmen pada keberlanjutan juga menjadi sorotan utama. Koleksi ini menggunakan kulit daur ulang dan beludru ramah lingkungan, serta rencana pengembangan tulle biodegradable, menegaskan bahwa keindahan dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan beriringan. Tidak heran, “The Form of Power” dianugerahi Iron A' Design Award 2025 dalam kategori Fashion, Apparel and Garment Design, sebuah pengakuan atas inovasi, kualitas teknis, dan kontribusinya terhadap dunia mode yang lebih baik.
Karya Xinyi Chen membuktikan bahwa busana bukan sekadar penutup tubuh, melainkan pernyataan identitas dan kekuatan. “The Form of Power” menginspirasi perempuan untuk mendefinisikan kecantikan dan kekuatan atas istilah mereka sendiri, sekaligus mendorong industri mode menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Desainer Proyek: XINYI CHEN
Kredit Gambar: Xinyi Chen
Anggota Tim Proyek: Xinyi Chen
Nama Proyek: The Form of Power
Klien Proyek: Xinyi Chen