Solaris: Dekorasi Dinding Berlapis Terinspirasi Alam Semesta

Perpaduan seni retro-futuristik dan teknologi laser cutting dalam satu karya

Solaris karya Ismail Pehlivan menghadirkan narasi visual yang memadukan inspirasi luar angkasa, teknologi mutakhir, dan estetika retro-futuristik dalam bentuk dekorasi dinding berlapis yang memukau.

Solaris, sebuah karya dekorasi dinding berlapis hasil rancangan Ismail Pehlivan, lahir dari perpaduan inspirasi antara misi luar angkasa Voyager milik NASA dan novel fiksi ilmiah legendaris Solaris karya Stanisław Lem. Melalui interpretasi visual yang cermat, karya ini merefleksikan gagasan tentang pesan manusia yang dikirim ke luar angkasa dan kemungkinan respons dari entitas asing, digambarkan dalam nuansa matahari terbenam yang ikonik. Solaris bukan sekadar dekorasi, melainkan sebuah narasi visual yang mengajak penikmatnya merenungi hubungan manusia dengan alam semesta.

Keunikan Solaris terletak pada struktur berlapis yang kompleks, dihasilkan melalui teknik laser cutting pada panel kayu MDF berlapis veneer beech. Setiap lapisan digambar secara detail menggunakan perangkat lunak desain, lalu dipotong dan dicat manual dengan palet warna yang terinspirasi dari gradasi matahari terbenam, mulai dari oranye hingga biru navy. Sentuhan retro-futuristik dan elemen seni luar angkasa semakin diperkuat dengan kehadiran dua piringan hitam 45 RPM, yang menjadi simbol pesan lintas ruang dan waktu.

Proses realisasi Solaris dimulai dari perancangan digital yang teliti di Adobe Illustrator, di mana setiap detail lapisan digambar selama beberapa hari. Panel MDF kemudian dipotong menggunakan teknologi laser, dicat satu per satu dengan cat khusus, dan dirakit secara presisi hingga membentuk karya akhir yang rumit dan elegan. Dimensi karya ini mencapai 1438 mm x 162 mm x 1371 mm dengan berat 47,8 kg, menegaskan kehadirannya sebagai pusat perhatian dalam ruang hunian.

Selain keindahan visual, Solaris juga menawarkan pengalaman interaksi yang unik. Lapisan-lapisan yang tersusun ritmis menciptakan kedalaman visual dan dinamika cahaya, menjadikan karya ini sebagai focal point yang memikat di berbagai tipe interior. Material utama berupa MDF berlapis veneer beech, bola kayu iroko hasil bubutan, dan piringan hitam, menambah nilai artistik sekaligus kekuatan narasi pada karya ini.

Penelitian dan observasi mendalam menjadi fondasi kreatif Ismail Pehlivan dalam menciptakan Solaris. Melalui perjalanan, pembacaan, dan penelusuran karya-karya film serta buku kultus, sang desainer berupaya menangkap esensi hubungan manusia dengan seni dan kehidupan. Tantangan utama dalam proses kreatif ini adalah mentransformasikan imajinasi menjadi visual yang presisi, serta menemukan kombinasi warna yang tepat untuk mewakili emosi dan cerita di balik karya.

Solaris telah meraih penghargaan Iron A' Design Award 2025 dalam kategori Decorative Items and Homeware Design, sebuah pengakuan atas inovasi, kepraktisan, dan integrasi praktik terbaik industri dalam sebuah karya seni. Dengan kehadiran Solaris, Ismail Pehlivan memperkaya lanskap desain dekorasi dinding, menghadirkan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat makna dan teknologi.


Detail dan Kredit Proyek

Desainer Proyek: ismail pehlivan
Kredit Gambar: ismail pehlivan
Anggota Tim Proyek: ismail pehlivan
Nama Proyek: Solaris
Klien Proyek: İsmail Pehlivan


Solaris IMG #2
Solaris IMG #3
Solaris IMG #4
Solaris IMG #5
Solaris IMG #5

Baca Selanjutnya di Desain Cemerlang