Aziz House berdiri sebagai manifestasi keindahan arsitektur yang menyatu dengan alam gurun Buraydah, Arab Saudi. Dirancang oleh Sara Harhash bersama timnya, hunian ini terinspirasi dari tiga sumber utama: arsitektur Cycladic yang dikenal dengan bentuk masif dan fasad teduh untuk adaptasi iklim, motif budaya Najdi yang menonjolkan warisan Saudi melalui pola geometris dan warna-warna cerah, serta nuansa tanah liat Maroko yang memberikan kesan alami dan menenangkan. Perpaduan ini menciptakan tempat peristirahatan yang harmonis, menyeimbangkan tradisi, keberlanjutan, dan kenyamanan hidup modern.
Keunikan Aziz House terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan sekitar sekaligus memenuhi kebutuhan lingkungan, sosial, dan budaya. Hunian ini mengadopsi sistem pendinginan pasif, ventilasi alami, serta peneduhan strategis untuk meningkatkan kenyamanan termal. Inspirasi dari arsitektur tradisional diterjemahkan ulang dalam metode konstruksi dan elemen desain, sehingga menghasilkan hunian yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menjaga privasi dan koneksi dengan konteks lokal. Pendekatan ini menciptakan gaya hidup yang selaras dengan alam dan budaya setempat.
Teknologi realisasi Aziz House mengandalkan material ramah lingkungan, salah satunya Tadelakt—plester kapur Maroko yang diaplikasikan secara manual, dipadatkan, dan dipoles hingga menghasilkan permukaan tahan air dan berkilau. Lapisan ini disegel dengan sabun minyak zaitun untuk daya tahan ekstra, memberikan tekstur organik yang menyatu dengan lanskap gurun. Penggunaan Tadelakt tidak hanya memperkuat estetika hunian, tetapi juga menawarkan sensasi sentuhan alami yang menenangkan.
Dengan luas lahan 3.740 m² dan total bangunan 1.180 m², Aziz House dirancang sebagai tempat peristirahatan keluarga yang menonjolkan ketenangan dan kehangatan. Komposisi ruang yang cermat menghadirkan suasana santai dan menjadi oase bagi penghuninya. Setiap elemen interior dan eksterior dirancang untuk memaksimalkan ventilasi alami, pencahayaan, serta koneksi antara ruang dalam dan luar. Material seperti breeze block, kayu, dan daun palem dipilih untuk menciptakan nuansa hangat sekaligus elegan.
Proses desain Aziz House didasari riset mendalam terhadap lingkungan gurun Buraydah, kebutuhan klien akan privasi dan kemewahan, serta eksplorasi material lokal yang ramah lingkungan. Tantangan utama terletak pada penggabungan tiga gaya arsitektur berbeda—Cycladic, Najdi, dan Maroko—tanpa mengorbankan harmoni visual dan nilai budaya. Lanskap bertema gurun dengan kaktus dan kolam bebek turut memperkuat konsep pendinginan alami dan estetika yang menyatu dengan alam.
Karya ini telah meraih penghargaan Silver A' Design Award 2025 untuk kategori Arsitektur, Bangunan, dan Struktur, menegaskan keunggulan teknis dan artistik yang dihadirkan. Aziz House bukan hanya hunian, melainkan simbol inovasi yang memuliakan tradisi, lingkungan, dan kenyamanan hidup masa kini—menjadi inspirasi bagi arsitektur hunian masa depan di kawasan beriklim ekstrem.
Desainer Proyek: Sarah Harhash
Kredit Gambar: Sarah Harhash
Anggota Tim Proyek: Sarah Harhash
Ahmed Nader
Mustafa Hussain
Abdulrahman Ahmed
Nama Proyek: Aziz House
Klien Proyek: SHI Architecture