Pine to Sea: Ekowisata Berkelanjutan di Tengah Hutan Pinus Lignano

Arsitektur Terangkat dan Restorasi Alam Menyatukan Manusia dengan Alam

Pine to Sea karya Yanci Chen merevolusi konsep ekowisata dengan menggabungkan pemulihan ekosistem dan pengalaman menginap ramah lingkungan di Lignano, Italia.

Pine to Sea merupakan masterplan ekohotel yang mengedepankan harmoni antara pelestarian lingkungan dan pariwisata berkelanjutan di kawasan hutan pinus Lignano. Proyek ini terinspirasi dari kebutuhan menyeimbangkan aktivitas wisata dengan perlindungan ekosistem pesisir yang rapuh. Dengan mengadopsi riset reforestasi pesisir, regenerasi habitat, dan arsitektur berdampak rendah, Pine to Sea menawarkan pengalaman imersif yang menghubungkan tamu secara langsung dengan keindahan dan keragaman hayati alam.

Keunikan utama Pine to Sea terletak pada integrasi arsitektur terangkat, restorasi lahan basah, dan adaptasi infrastruktur lama yang ramah lingkungan. Kabin terapung dan jalur pejalan kaki yang melayang di atas tanah meminimalkan gangguan terhadap ekosistem, sekaligus memaksimalkan interaksi pengunjung dengan lingkungan sekitar. Proyek ini menonjolkan pentingnya keberlanjutan, konservasi keanekaragaman hayati, dan desain pengalaman, sehingga mendefinisikan ulang standar ekowisata modern.

Teknologi realisasi Pine to Sea melibatkan konstruksi kayu ringan, fondasi baja terangkat, serta sistem modular prefabrikasi untuk mengurangi dampak pada tanah dan vegetasi. Isolasi berbahan nabati, permukaan berpori, dan strategi pendinginan pasif memperkuat komitmen pada keberlanjutan. Analisis digital kontur lahan dan pemodelan parametrik digunakan untuk menentukan penempatan bangunan yang optimal, menjaga kelestarian ekosistem sembari meningkatkan keanekaragaman hayati melalui reforestasi dan restorasi lahan basah.

Secara teknis, kompleks ekohotel ini terdiri dari kabin modular berukuran 4.000mm x 8.000mm x 3.500mm yang didukung fondasi baja berdampak minimal. Masterplan seluas 12.000m² ini mencakup jalur pejalan kaki terangkat selebar 1.500mm, lahan basah yang direforestasi, serta ruang publik adaptif. Sistem panen air hujan, ventilasi pasif, dan energi surya diintegrasikan untuk memastikan jejak karbon rendah dan ketahanan ekologi jangka panjang.

Pengalaman pengunjung di Pine to Sea dirancang agar menyatu dengan alam tanpa mengorbankan kenyamanan. Kabin terangkat menawarkan retret privat di tengah hutan pinus, sementara jalur terapung dan dek observasi lahan basah mengundang eksplorasi dan edukasi lingkungan. Hasil riset menggunakan pemetaan GIS, survei ekologi, dan studi kasus membuktikan efektivitas struktur terangkat dan reforestasi dalam mendukung kebijakan pariwisata berkelanjutan.

Keberhasilan Pine to Sea dalam menyeimbangkan pengembangan ekowisata dan pelestarian lingkungan diakui melalui penghargaan Bronze A' City Planning and Urban Design Award 2025. Proyek ini menjadi acuan baru dalam desain arsitektur berkelanjutan, membuktikan bahwa inovasi, konservasi, dan pengalaman manusia dapat berjalan seiring untuk menciptakan masa depan pariwisata yang lebih bertanggung jawab dan berdampak positif bagi lingkungan.


Detail dan Kredit Proyek

Desainer Proyek: Yanci Chen
Kredit Gambar: Yanci Chen,Jing Chen,Zhuoran Liu,Xian Chi,Jingzi Cui,Jiming Bai
Anggota Tim Proyek: Yanci Chen, Jing Chen, Zhuoran Liu, Xian Chi, Jingzi Cui, Jiming Bai
Nama Proyek: Pine to Sea
Klien Proyek: Yanci Chen


Pine to Sea IMG #2
Pine to Sea IMG #3
Pine to Sea IMG #4
Pine to Sea IMG #5
Pine to Sea IMG #5

Baca Selanjutnya di Desain Cemerlang