Fernando Andrade menghadirkan visi baru dalam infrastruktur transportasi melalui Amazon Bus Station, sebuah proyek yang mengutamakan keberlanjutan sebagai landasan utama. Terinspirasi oleh arsitektur vernakular Amazon, desain ini menampilkan sirip kaca yang mengalirkan udara di bagian atas struktur, atap luas sebagai pelindung cuaca, dan ventilasi silang yang memberikan kenyamanan termal. Elemen-elemen ini tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan dalam stasiun, tetapi juga merefleksikan kekayaan warisan arsitektur Amazon yang telah lama dikenal akan adaptasinya terhadap iklim tropis.
Keunikan stasiun ini terletak pada fungsinya yang melampaui sekadar simpul transportasi. Amazon Bus Station dirancang sebagai artefak yang menghubungkan masyarakat, mempersingkat waktu mobilitas, dan menghilangkan hambatan fisik. Fasilitas ini fleksibel, mengintegrasikan koneksi bus umum dan sepeda, serta modul sentral yang terang alami untuk memanusiakan ruang dan memudahkan pengambilan keputusan rute. Fasad kaca melengkung memantulkan lingkungan sekitar, menciptakan perpaduan gerak, bentuk, dan warna yang memperkaya pengalaman pengguna di dalamnya.
Dari sisi teknologi, struktur stasiun dibangun dengan jaringan segitiga berukuran 600 mm yang berfungsi sebagai penopang tarik dan tekan, menghasilkan kerangka yang kokoh. Penggunaan baja daur ulang mengurangi emisi karbon hingga 70%, memperkuat komitmen terhadap lingkungan. Sistem aerasi atap yang inovatif memungkinkan sirkulasi udara dan cahaya tanpa memerlukan komponen elektronik, sementara sirip kaca laminasi berfungsi sebagai pelindung dari hujan namun tetap memaksimalkan ventilasi dan pencahayaan alami.
Spesifikasi teknisnya mencakup dimensi 16.000 x 4.000 mm dengan empat penyangga utama. Setiap segitiga struktur dibuat dari pipa baja persegi 75x3 mm, disambung dengan pengelasan Mig dan penyelesaian manual. Penutup kaca dipasang menggunakan silikon struktural pada panel aluminium anodisasi, dengan kaca laminasi reflektif 8 mm yang mampu menahan 99,8% radiasi matahari langsung, memastikan kenyamanan termal sepanjang hari.
Konsep stasiun sebagai bagian integral dari jaringan mobilitas multimoda kota menegaskan peran pentingnya dalam mempercepat perjalanan, menekan biaya operasional, dan meningkatkan keandalan sistem transportasi publik. Seluruh area dirancang tanpa hambatan fisik maupun visual, dilengkapi ramp dan perangkat aksesibilitas, sehingga ramah bagi seluruh pengguna tanpa terkecuali. Keterlibatan tenaga kerja lokal, khususnya para pembuat kapal setempat, memperkuat aspek sosial dan kualitas pengerjaan proyek ini.
Amazon Bus Station lahir dari konsultasi publik yang menekankan kebutuhan akan ketahanan, biaya rendah, kenyamanan lingkungan, dan perlindungan terhadap cuaca. Hasilnya, desain ini mengadopsi material tahan cuaca, biaya perawatan minimal, serta elemen arsitektur tradisional seperti ventilasi atap. Penghargaan Silver A' Design Award 2025 yang diraih proyek ini menegaskan keunggulan teknis dan artistik, sekaligus menghadirkan rasa kagum dan inspirasi bagi dunia arsitektur dan desain transportasi masa depan.
Desainer Proyek: Fernando Andrade
Kredit Gambar: Image 01: Walda Marques, Amazon Bus Station, 2024. Image 02: Walda Marques, Amazon Bus Station, 2024. Image 04: Walda Marques, Amazon Bus Station, 2024. Image 05: Walda Marques, Amazon Bus Station, 2024. Image 06: Walda Marques, Amazon Bus Station, 2024.
Anggota Tim Proyek: Fernando Andrade
Nama Proyek: Amazon
Klien Proyek: Integrated Inclusion and Rehabilitation Center