Inspirasi utama Zig Zag berasal dari proses sederhana namun penuh makna: membungkus buku dengan kertas tebal yang menjadi lentur berkat potongan dan lipatan presisi. Prinsip ini diterjemahkan ke dalam perhiasan, di mana persegi panjang kulit yang kaku diubah melalui potongan transversal ritmis, menciptakan efek jatuh yang anggun seolah-olah material tersebut belajar bergerak. Hasilnya, geometri statis berubah menjadi bentuk yang dinamis dan fleksibel, menyesuaikan diri dengan lekuk tubuh serta mengundang udara menjadi bagian dari desain.
Keunikan Zig Zag terletak pada transformasi morfologisnya: dari garis lurus menjadi lengkung yang hidup. Setiap potongan dimulai dari dua lapis kulit sapi yang direkatkan, kemudian dipotong secara transversal dan berirama untuk menghasilkan visual dan fungsi berbeda sesuai penempatan—baik sebagai kalung, gelang, maupun anting. Pendekatan ini tidak hanya menciptakan ritme visual yang khas, tetapi juga mengoptimalkan penggunaan sisa material, sehingga mendukung prinsip keberlanjutan dan eksplorasi material secara maksimal.
Teknologi realisasi Zig Zag mengandalkan teknik kerajinan tangan dengan alat punch dan cetakan potong. Seluruh badan kalung dibentuk dari potongan lurus yang kemudian diubah menjadi lengkung melalui serangkaian potongan transversal yang konsisten. Metode ini memungkinkan efisiensi penggunaan bahan, adaptasi optimal pada tubuh, serta diferensiasi unik pada setiap karya melalui variasi pola potongan. Material kulit yang digunakan hadir dalam berbagai warna dan tekstur, mulai dari pastel, metalik, hingga warna dasar, memberikan kebebasan ekspresi bagi pemakainya.
Dari segi fungsionalitas, setiap elemen Zig Zag dirancang untuk kenyamanan dan kemudahan penggunaan. Kalung dan gelang dilengkapi pengait logam yang aman, sementara gelang menawarkan dua posisi penyesuaian. Anting menggunakan batang baja antikarat standar yang nyaman di telinga. Bobot yang pas memastikan tidak ada tekanan berlebih saat dipakai sehari-hari, dan material kulit yang digunakan menjamin pergerakan yang senyap.
Proses penelitian dan pengembangan Zig Zag menekankan pada eksperimen langsung dengan material, bertujuan menciptakan perhiasan yang kuat namun hemat bahan. Tantangan utama adalah menghasilkan bentuk lengkung dari potongan kecil kulit, bukan dari permukaan besar, dengan tetap menjaga integritas struktur. Uji coba potongan transversal yang presisi menjadi kunci tercapainya fleksibilitas tanpa mengorbankan kekuatan, sekaligus memaksimalkan efisiensi material.
Koleksi Zig Zag telah mendapatkan pengakuan internasional, dipasarkan di Jerman, Turki, dan Argentina, serta meraih penghargaan Bronze A' Design Award 2025 dan Sello del Buen Diseño Argentino 2024. Inovasi ini membuktikan bahwa eksplorasi geometri dan keberlanjutan dapat berjalan seiring, menghasilkan perhiasan yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional dan ramah lingkungan. Zig Zag menjadi bukti bahwa desain kontemporer mampu memperkaya gaya hidup melalui perpaduan seni, teknologi, dan inovasi material.
Desainer Proyek: Mayté Ossorio Domecq
Kredit Gambar: Image #No 1 : Photographer Edgardo Delfino Model Sergio Calegoya
Image #No 2 : Photographer Edgardo Delfino model Mayte Ossorio Domecq
Image #No 3 : Photographer Edgardo Delfino
Image #No 4 : Photographer Edgardo Delfino
Image #No 5 : Photographer Edgardo Delfino
Anggota Tim Proyek: Mayte Ossorio Domecq
Nama Proyek: Zig Zag
Klien Proyek: Mayte Domecq