Perubahan pola kerja global menuntut perangkat yang mampu mengatasi keterbatasan ruang dan perangkat keras tradisional. Inair, hasil karya tim desain Inair, menjawab kebutuhan ini dengan mengintegrasikan ruang kerja virtual ke dalam headset ringan dan unit utama yang mudah dibawa. Dengan menggabungkan ergonomi canggih dan interaksi spasial intuitif, perangkat ini memungkinkan aplikasi diatur secara sistematis dan dikelola secara dinamis, menciptakan produktivitas tanpa batas ruang fisik.
Keunggulan utama Inair terletak pada perpaduan teknologi BirdBath optik untuk proyeksi layar besar definisi tinggi, material komposit fleksibel untuk kenyamanan, serta noise cancellation terarah demi privasi optimal. Pod host inovatifnya mengintegrasikan interaksi raycasting spasial dan sentuhan, didukung umpan balik motor linier untuk operasi yang lebih alami. Keyboard sentuh spasial menambah efisiensi, sementara pengenalan AI multimodal memungkinkan interaksi cerdas yang proaktif dan responsif.
Dari sisi spesifikasi, Inair Glass memiliki ketebalan 4–20 mm dengan bobot hanya 77 gram, mengusung fitur elektrochromic dan BirdBath. Sementara Inair Pod berdimensi 130 x 55 x 18 mm dengan berat 158 gram, didukung prosesor Qualcomm, pengenalan sidik jari biometrik, serta haptic feedback. Kombinasi ini menghasilkan perangkat AR yang tidak hanya ringan, tetapi juga bertenaga dan aman.
Pengoperasian Inair sangat intuitif, memanfaatkan raycasting spasial, sentuhan, sensor gerak, dan kontrol suara. Navigasi antarmuka dapat dilakukan melalui seleksi pandangan, gestur, atau sentuhan. Motor linier memberikan umpan balik presisi, sementara asisten AI memprediksi kebutuhan pengguna berdasarkan perilaku, memungkinkan multitasking tanpa hambatan. Studi penggunaan pada lebih dari 200 profesional menunjukkan bahwa ukuran layar dan portabilitas sangat memengaruhi efisiensi kerja, dan Inair berhasil menjembatani kebutuhan tersebut.
Proyek yang dimulai di Beijing dan Hong Kong pada Agustus 2024 ini telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, seperti “Future Business King of the Year” dari 36Kr, “Favorite Product of the Year” dari GeekPark, dan Golden Gyro Award untuk “Best Emerging VR/AR Enterprise.” Inair juga mencatat penjualan tertinggi di kategori AR selama festival belanja Double 11 dan Double 12 di Tiongkok, serta mendapat sorotan di CES 2025 dan media internasional seperti Tom’s Guide dan CCTV.
Keberhasilan Inair tidak lepas dari riset mendalam mengenai kebutuhan pengguna dan tantangan teknis, seperti integrasi komponen berperforma tinggi dalam desain yang tetap ramping dan ringan. Inovasi pada tumpukan perangkat keras, manajemen panas, dan optimasi daya menjadi kunci terciptanya perangkat yang tidak hanya fungsional, tetapi juga nyaman digunakan. Dengan segala keunggulannya, Inair menandai babak baru dalam produktivitas berbasis AR, mempertegas posisinya sebagai pionir di ranah wearable technology masa depan.
Desainer Proyek: INAIR Design Team
Kredit Gambar: INAIR
Anggota Tim Proyek: Design Director: Qi Jingxuan
Experience Design: Wang Haoheng
Visual Design: Zhang Tianru
Industrial Design: Xu Changming
Nama Proyek: Inair
Klien Proyek: INAIR